Senin, 22 Februari 2010

MONUMEN NASIONAL TAMAN PUJAAN BANGSA MARGARANA


 


 

Monument Nasional Taman Pujaan Bangsa Margarana berlokasi di desa Marga. Kecamatan Marga, Kabupaten Tabanan, berjarak lebih kurang 25 km dari Kota Denpasar kea rah barat laut. Didepan inilah terjadi peristiwa bersejarah "Puputan Margarana".


 


 

Di areal Monumen kita disabut oleh deretan panjang nama-nama pahlawan yang gugur 62 tahun silam ketika pasukan Ciung Wanara yang dikomandani oleh Let.Kol I Gusti Ngurah Rai yang berperang habis-habisan (puputan), ketika itu nyawa bukanlah sesuatu yang berharga bila dibandingkan dengan rasa nasionalisme mempertahankan kemerdekaan Indonesia. Kemudian perjalanan kami lanjutkan masuk ke dalam areal monumen, nampak monumen Pahlawan dari kejauhan, di samping timur dan barat terdapat 2 bale panjang yang cukup luas. Hamparan rumput yang menghijau dan luas di depan monumen sering di peruntukan sebagai tempat upacara Bendera. Cukup unik bentuk  arsitektur monument tersebut, dasarnya berupa segi 5 dan dimasing-masing sudut berisi gambar sila-sila dalam Pancasila, ini memberikan makna bahwa perjuangan yang dilakukan berdasarkan atas 5 nilai yang mendasari berdirinya Negara Republik Indonesia. Pada monumen juga  terdapat surat penolakan terhadap pendudukan Belanda di Bali yang masing-masing di pengggal menjadi 4 dan diletakkan di kempat sisi monumen. Nisan yang lebih besar dari nisan yang lainnya dan juga di hiasi lebih dari yang lainya adalah nisan Let. Kol I Gusti Ngurah Rai. Diantara jejeran nisan pahlawan tersebut ada juga yang berasal dari luar Bali dan bahkan ada yang dari Jepang. Lihatlah gambar di halaman berikutnya.


 


 


 


 

Taman Margarana


Ini adalah taman makam pahlawan untuk menghormati jasa pahlawan kemerdekaan yang gugur dalam perang puputan, 20 November 1946. Dalam perang sengit u yang tak berimbang itu pasukan laskar Bali yang dipimpin oleh Letkol I Gusti Ngurah Rai, semuanya gugur akibat gempuran udara yang dahsyat oleh tentara Belanda. Sebagai penghormatan, abu jenazah I Gusti Ngurah Rai beserta segenap pasukannya yang gugur di dalam pertempuran tersebut ditanam di sini.

    Di Candi Pahlawan ini kita dapat menyaksikan beberapa prasasti yang merupakan salinan surat dari I Gusti Ngurah Rai yang tak mau berkompromi apalagi tunduk pada Belanda. Karena pasukan I bawah komando Ngurah Rai tersebut bernama pasukan Ciung Wanara, taman makam pahlawan ini pun dikenal dengan nama Taman Makam Pahlawan Ciung Wanara.


 


 


 


 

Monumen ini seluas sembilan hektar, terbagi menjadi tiga bagian mengikiti konsep Tri Mandala yakni hulu, tengah dan hilir sebagai berikut.

1.   Dibagian hulu ( utara ) dengan luas areal empat hektar, merupakan komplek bangunan suci yang disebut Taman Pujaan   Bangsa, terdiri atas bangunan – bangunan sebagai berikut :

- Candi Pahlawan Margarana ; berdiri megah setinggi 17 meter, disini terpahat secara berangkai isi surat Jawaban I Gusti Ngurah Rai ( Pemimpin Dewan Pejuang Bali ) kepada Overste Termeulen ( Belanda ), yang  menggambarkan kebesaran jiwa perjuangan dan patriotisme bangsa Indonesia umumnyta dan masyarakat Bali khususnya.

- Pelataran Upacara ; diapit oleh dub alai peristirahatan ( dibagian timur dan barat )

- Patung Panca Bakti ; terletak dibagian selatan  pelataran upacara, setelah pinti gerbang masuk, menggambarkan persatuan dan kesatuan seluruh rakyat dalam perjuangan kemerdekaan.

- Taman Bahagia ; terletak disebelah utara dan Timur Laut Candi Pahlawan Margarana, yang terdiri dari 1372 nisan atau tugu pahlawan yang menunjukkan jumlah pejuang yang gugur di medan laga selama revolusi fisik di Bali, sebagai pahlawan perang kemerdekaan RI, termasuk sebuah nisan untuk pahlawan tidak dikenal.

- Gedung Sejarah ; terletak di sebalah Timur Candi Pahlawan Margarana, sebagai tempat penyimpanan benda – benda  sejarah perjuangan.

- Taman Suci ; berlokasi disebelah selatan gedung sejarah, merupakan tempat penyucian diri bagi para pengunjung yang  hendak melaksanakan perziarahan/kebaktian.

2.   Di bagian tengah atau di sebelah Selatan Taman Pujaan Bangsa dengan luas areal satu hektar, disebut Taman Seni Budaya, terdiri atas bangunan : wantilan, warung kopi dan rencana akan dibangun took souvenir.

3.  Dibagian Hilir ( Selatan ) dengan luas empat hektar, disebut Taman Karya Alam, dan disini direncanakan akan dibangun Bumi Perkemahan Remaja.


 


 


 

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar